NEWS

No Image

Guru dan Teknologi : Transformasi Guru Pembelajar di Era Digital

Menjadi pendidik di era digital seperti saat sekarang ini barangkali adalah suatu berkah, karena dengan kehadiran teknologi, setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efektif. Namun juga tidak menutup kemungkinan bahwa kehadiran teknologi turut membawa tantangan baru, termasuk untuk para guru.

Sama seperti banyak hal lainnya yang tidak bisa kita generalisir, pendidikan dan teknologi di tiap daerah tumbuh dan berkembang dengan caranya masing-masing. Dalam hal ini, kondisi geografis dan kebudayaan lokal turut menjadi faktor utama. Untuk itu, bila kita berbicara terkait pendidikan dan teknologi di satu daerah, maka perspektif, kendala, dan implementasinya juga bisa berbeda-beda.

Namun kini, keterbatasan akses dan kurangnya fasilitas yang mendukung untuk implementasi pendidikan berbasis teknologi bukan lagi halangan untuk setiap murid dan guru bisa berkembang. Ada banyak opsi dan jalan untuk kreativitas. Dan Teacher Competency Development Program (TCDP) adalah salah satu jalan agar setiap guru dimanapun mereka berada dapat terus mengembangkan kompetensinya.

Hampir setiap tahun, Djalaluddin Pane Foundation melaksanakan seminar pendidikan yang menyasar satu daerah project pelatihan. Ditahun ini, TCDP kembali fokus pada guru-guru dan sekolah yang ada di Kawasan Labuhanbatu Sumatera Utara.

Seminar Pendidikan ditargetkan untuk membangun awareness, menciptakan ruang-ruang diskusi terkait pendidikan dan teknologi, serta memperkenalkan kembali Teacher Competency Development Program kepada pada peserta seminar yang berasal dari beragam sekolah di Labuhanbatu.

Pada Selasa, 23 Juli 2019 kemarin, Djalaluddin Pane Foundation mengangkat tema “Guru dan Teknologi: Transformasi Guru Pembelajar di Era Digital. Bertempat di Aula Yayasan Universitas Labuhanbatu (ULB) Rantauprapat, Seminar ini dihadiri oleh sekitar 173 orang guru yang berasal dari puluhan sekolah/madrasah berbeda di Labuhanbatu.

Acara dibuka oleh pihak-pihak yang telah turut bersinergi dan membantu terlaksananya seminar, yakni pihak pemerintahan Labuhanbatu, pihak Yayasan ULB, Bapak Drs. Safiruddin M.Pd dari Kemenag dan juga Bapak Dicky Suryadi selaku Manager PT. Herfinta di Aek Batu.

Pemaparan materi terkait Transformasi Guru Pembelajar di Era Digital ini diisi oleh Rizqy Rahmat Hani, seorang guru yang kini bertugas di Kampus Guru Cikal di Jakarta. Rizqy berbagi banyak hal, salah satunya terkait salah kaprah pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Menurutnya, penggunaan teknologi seharusnya tidak semata-mata tentang penggunaan alat yang lebih canggih sementara materi pembelajaran tidak sesuai dengan kebutuhan siswa. “Apa bedanya kita mengajar dengan metode ceramah lantas hanya memindahkan isi ceramah tersebut ke medium Powerpoint?” Ungkap Rizky saat memberikan banyak pertanyaan-pertanyaan reflektif pada pada guru peserta seminar.

Ada juga Fajaruddien Zakiany yang berfokus untuk membangun motivasi para peserta. Ia menjelaskan bahwa guru adalah seorang influencer, sadar atau tidak sadar, sosok gurulah yang mempengaruhi hidup seseorang dimasa sekarang dan mendatang. Untuk itu, Fajaruddien kembali menyemangati para guru, bahwa tuntutan profesi yang begitu padat dan melelahkan pada akhirnya tidak akan pernah sia-sia, mereka (para pendidik) ini sebenarnya tengah menanam pohon-pohon kebaikan yang kelak akan memberi manfaat kepada lebih banyak umat.

Related Posts

Comments

Twitter

E-Magz