DPF News

Sonya Depari dan Cyberbully

30 Nov 2016 cyberbully, 0 Comments

Di Inggris, sebuah komunitas bernama United Againts RIP Trolls and Cyberbullies dengan sangat jelas menekankan bahwa mereka tidak memiliki toleransi terhadap pelaku cyberbullies, apalagi yang menjadi korban adalah anak-anak. Menurut mereka, cara yang dilakukan dengan cyberbullies ini adalah cara yang kekanak-kanakan, maka mereka yang berlaku kekanak-kanakan layak diperlakukan secara kanak-kanak pula, Childish means achieve childish ends. Untuk itu komunitas ini menyediakan beberapa link terkait untuk pelaporan terhadap pelaku cyberbullies, salah satunya kepada Internet Crime Complaine Center (IC3).

Cyberbullying adalah perlakuan kasar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, menggunakan bantuan alat elektronik yang dilakukan berulang dan terus menerus pada seorang target yang kesulitan membela diri (Smith dkk, 2008).

Di Indonesia, istilah cyberbullying mungkin tidak begitu terkenal, namun pada kenyataannya banyak para netizen saat ini, entah sadar atau tidak sadar telah sering melakukan cyberbullying.

Kasus tersebarnya foto sepasang anak seusia SMP dengan hanya berbalut selimut, di jejaring sosial pada awal Maret kemarin memperlihatkan betapa childish-nya sebagian besar netizen menanggapi masalah tersebut. Banyak sekali yang malah ikut membagikan foto atau berita terkait dengan umpatan-umpatan kasar yang ditujukan pada anak ini. Padahal bila memang foto tersebut benar, bukankah banyak tindakan yang lebih bijak untuk dilakukan ketimbang harus membully seorang anak di jejaring sosial?

“Bila Anda merasa foto itu tak pantas, Anda bisa melaporkannya ke Facebook. Ada banyak alasan, mulai dari pornografi hingga pengguna yang masih di bawah umur. Pada akhir laporan, Anda juga bisa mengirim pesan kepada penggunanya, bila memang merasa perlu menasehati. Masa depan remaja itu masih panjang. Agaknya tidak bijak bila "orang dewasa" turut merisak (bully) dia.” Tulis oleh seorang netizen, Muammar Fikrie di akun Facebooknya.

Dampak buruk yang berkepanjangan akan dirasakan oleh para korban  cyberbullying, apalagi bila korban adalah anak-anak. dampak tersebut diantaranya adalah timbulnya depresi, merasa terisolasi, merasa diperlakukan tidak manusiawi, serta tidak memiliki kemampuan ketika diserang. Bahkan faktanya tidak sedikit dari mereka yang diserang secara psikologis ini berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena tak tahan lagi diganggu.

 

Kasus yang terjadi pada Sonya Depari memperlihatkan kepada kita betapa efek yang diberikan oleh cyberbullying bisa lebih buruk. Terlepas dari apapun yang telah ia lakukan, olok-olok berlebihan dengan beragam komentar buruk dan publikasi viral yang terlalu menjustifikasi, pada akhirnya menimbulkan kondisi yang fatal-bukan saja bagi Sonya tapi juga keluarganya. Alih-alih memberikan solusi dan menanggapi dengan bijak atas apa yang telah dilakukan, kebanyakan dari kita hanya lebih tertarik untuk mengolok-olok dan berkomentar negatif.

 

Kasus cyberbullying di Indonesia ini tidak dapat dipungkiri sebagai suatu konsekuensi atas cepatnya perkembangan dan peminat penggunaan internet. Sebuah survei global yang diadakan oleh Latitude News[1], menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kasus bullying tertinggi kedua di dunia setelah Jepang. Ironisnya, kasus bullying di Indonesia lebih banyak dilakukan di jejaring sosial, ditambah lagi dengan posisi Indonesia sebagai pengguna Facebook terbesar ketiga di dunia, dimana Facebook dianggap sebagai tempat paling sering dipakai sebagai cyberbullying.

 

Perkembangan teknologi dan internet, tentu saja bukan sesuatu yang melulu dianggap sinis. Bagaimanapun, setiap pribadi memiliki tanggung jawab penuh atas apa yang ia lakukan di jejaring sosial miliknya, namun bila seseorang melakukan hal negatif, apa dengan mencela dan mengolok-olok saja bisa menyelesaikan masalah?  Ataukah memang telah menjadi tabiat bagi kita untuk mudah sekali berkomentar buruk terhadap orang lain?

(Ariyanti)

 

 

[1] https://astriisept.wordpress.com/2014/05/22/cyberbullying

(Foto diambil dari page United Againts RIP Trolls and Cyberbullies)

 

http://www.newstalk.com/reader/47.301/69449/0/

Share
Twitter
ARIYANTI

Staf konten dan media Djalaluddin Pane Foundation

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2016 Djalaluddinp Pane Foundation .