DPF News

Ali Abdul Ghani; Mencipta “Keajaiban” bagi Dirinya Sendiri

30 Nov 2016 0 Comments

Lihatlah betapa kini di debu pelan-pelan..

Tak ‘kan pernah pupus walaupun sampai akhir kembara

hanyut tertahan.

Lihatlah betapa mereka layuan kembang di perbukitan

Mereka hancur dan gubuk-gubuk kami

Mereka merobek belulang kami terkapar berserakan,

Lalu membiarkan kami lebur dibakar matahari, (Sajak Jabra Ibrahim Jabra, Penyair kelahiran Betlehem yang menetap di Iraq)

 

Mungkin memang tidak mudah tinggal di sebuah negara yang dipenuhi debu dan peperangan. Suatu tempat dimana pilihan tak begitu banyak  sedang sepanjang hari dalam kehidupan disana, konon hanyalah ledakan dan tembakan.

Di Iraq, seorang pemuda lahir dengan takdir dimana ia tak lagi bisa melihat dengan kedua pasang matanya. Ia divonis buta setelah setahun kelahirannya. Oleh seorang dokter, gejala ini disebabkan karena polusi/pencemaran perang.

Namanya Ali Abdul Ghani, di dunia virtual ia dikenal sebagai Ali Miracle. Ia disebut miracle karena mampu membuktikan bahwa kekurangan bukan alasan untuk ketidakberdayaan. Ali adalah penjelasan bahwa di dalam mencapai tujuan, kita hanya perlu tekad dan visi yang kuat, sehingga segala kekurangan/kelemahan tidak memiliki tempat di diri kita untuk mengeluh.

Berikut adalah cerita mengenai Ali melalui kutipan wawancara Abhishek Prakash, seorang pecinta Linux dan pegiat open source yang menjalankan blog itsfoss.com :

“Saya kagum, bahwa meskipun tidak bisa melihat, Ali ternyata memberikan kontribusi untuk sejumlah proyek open source. Namun Ali tidak terkejut dengan reaksi saya. Dia telah memiliki banyak pengalaman yang sama, dimana sejumlah orang shock dan bertanya bagaimana seorang yang tidak bisa melihat, bisa menggunakan komputer dan menangani pemograman sendirian? Inilah sebabnya mengapa Ali dan saya setuju untuk berbagi cerita dan menunjukkan kepada dunia bahwa ternyata, yang Anda butuhkan adalah tekad dan visi untuk membuat segala hal dapat terjadi. Saya melakukan wawancara via email dan ini adalah wawancara pertama yang pernah saya lakukan. Jadi, mungkin terlihat sedikit amatir.” (Abhisek Prakash)

Abishek           : Ceritakan tentang diri Anda dan latar belakang Anda

Ali                   : Nama saya Ali Abdul Ghani. Orang-orang memanggil saya 'Ali miracle' dan saya dikenal dengan nama ini di internet. Saya tinggal di Irak. Saya lulus dari universitas pada akhir 2015 dari Departemen Sastra Inggris dan bukan ilmu komputer. Saya tidak diizinkan untuk mendapatkan sertifikat Ilmu Komputer di Irak, hukum di sini tidak memungkinkan seseorang yang buta untuk mendapatkan sertifikat Ilmu Komputer atau aliran ilmiah seperti Matematika atau Fisika.

Abishek           : Kapan dan bagaimana Anda kehilangan penglihatan Anda?

Ali                   : Ayah saya mengatakan bahwa, saya buta setelah setahun kelahiran saya. Dokter mengatakan hal tersebut adalah karena pencemaran akibat perang. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan kebutaan. Saya bahkan tidak ingat apakah saya pernah melihat sesuatu dengan mata saya.

Abishek           : Kapan dan bagaimana Anda mulai menggunakan Linux? Bagaimana Anda belajar tentang Open Source?

Ali                   : Saya memulai hidup saya menggunakan Solaris. Suatu hari saya menggunakan GCC dan saya menemukan bahwa saya dapat memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan saya. Lalu saya mulai berpikir tentang mengapa saya tidak dapat memodifikasi Solaris. Saya mengatakan ini dalam sebuah forum online. Seseorang menanggapi pertanyaan saya. Dia adalah seorang penggila software gratis. Dia mengatakan kepada saya tentang Software Gratis dan GNU. Dia menyarankan saya untuk membaca buku  Free Software Free Society: Selected Essays of Richard M. Stallman. Buku ini mengubah pemikiran saya. Perlahan-lahan saya menjadi tertarik pada kebebasan untuk program dan pindah ke GNU/Linux. Richard Stallman adalah pahlawan saya.

Abishek           : program Linux apa yang Anda gunakan dan bagaimana Anda menggunakannya?

Ali                   : Saya menggunakan Trisquel. Saya menggunakan Orca Program Screen Reader untuk mengontrol dan menavigasi di komputer saya. Saya juga menggunakan Emacs. Ini membuat hidup komputasi saya jadi lebih sederhana.

Abishek           : di Proyek Linux / Open Source mana Anda berkontribusi?

Ali                   : Saya telah merancang beberapa proyek saya sendiri. Beberapa dari mereka adalah, Rose Crypt, Rose Passwords Generator, Rose Algorithms, Rose Proxy, Rose Text To Speech, dan Rose Issue Tracker. Selain itu saya juga telah memberikan kontribusi untuk banyak proyek. Misalnya, LibertyBSD dan Trisquel Linux. Saya juga mempromosikan dan mencoba untuk meyakinkan orang untuk menggunakan Free and Open Source Software and GNU/Linux. Banyak orang menolak untuk melakukannya tapi beberapa beberapa orang juga telah ikut mencobanya. Sejauh ini, saya telah mampu membawa sekitar 80 orang ke dunia Open Source. Bahkan, sebagian besar kata-kata yang saya gunakan untuk membawa orang ke Free Software diadopsi dari artikel RMS (Richard M Stallman).

Abishek           : Apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca FOSS untuk memotivasi mereka?

Ali                   : Saya mengatakan kutipan ini untuk pembaca: "Anda harus menjadi perubahan yang ingin Anda lihat di dunia." - Mahatma Gandhi

Saya berharap semua yang terbaik untuk Ali untuk masa depan usaha dan berharap bahwa ia mencapai mimpinya. (sumber: http://itsfoss.com/ali-miracle-interview)

Share
Twitter
ARIYANTI

Staf konten dan media Djalaluddin Pane Foundation

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2016 Djalaluddinp Pane Foundation .